This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 20 April 2008

DAFTAR KOMODITI YANG BERMASALAH JIKA DIFUMIGASI MENGGUNAKAN METHYL BROMIDE

I. Bahan Makanan
1. Mentega, lemak babi dan lemak
2. Garam beryodium yang distabilkan dengan natrium hiposulfit.
3. Tepung kedelai lemak jenuh, tepung gandum, tepung berprotein tinggi lainnya dan tepung- tepung panir.
4. Kacang-kacangan dengan kadar lemak tinggi.
5. Soda kue, makanan ternak yang mengandung lemak dan mineral.
6. Makanan binatang dengan campuran tulang.
II. Barang-barang dari kulit (terutama sarung tangan atau barang dari kulit lain yang disamak dengan proses sulfur.
III. Bahan Woll (kaus kaki, sweater, selendang dan benang rajut berbahan wol)
IV. Rayon Viscose, yaitu rayon yang diproses menggunakan carbon bisulfida.
V. Bahan Kimia Fotografi (film kamera atau rontgen)
VI. Kertas
1. Kertas penggosok perak.
2. Kertas yang diawetkan dengan proses bisulfida.
3. Cetakan foto / cetak biru
4. Kertas NCR
VII. Barang - barang dari Karet.
1. Karet spons
2. Karet Busa
3. Stempel karet
VIII. Vinyl
IX. Bulu Binatang
X. Bulu Burung ( terutama dalam bentuk BantaL0
XI. Arang batu bara berbentuk padat.
XII. Lukisan Minyak
XIII. Cat berbasis sulfur
XIV. Kertas kaca tipis.
XV. Kemasan polystyrene.
XVI. Bibit dan Benih Tanaman
XVII. Bunga potong
XVIII. Rambut kuda

Kamis, 17 April 2008

Informasi Web

PT. Keraton Alam telah memiliki Web Blog dengan nama URL :
- www.keratonalam.com

Email :
info@keratonalam.com

keratonalam.indjkt@yahoo.com

Rabu, 16 April 2008

ISU PELEBURAN NO. AFASID DALAM SATU WILAYAH

Ada kabar baru yang masih belum jelas prihal adanya peleburan no. AFASID untuk wilayah DKI Jakarta. Menurut desas - desus dari BBKT Tanjung Priok, perusahaan fumigasi yang memiliki nomor AFASID lebih dari satu dalam satu wilayah maka harus dilebur menjadi satu nomor AFASID saja. Seperti halnya PT. Keraton Alam Indonesia, jika memang isu ini benar, maka harus memilih nomor AFASID mana yang nantinya akan dipake dikemudian hari pasca adanya peleburan nomor AFASID.
PT. Keraton Alam Indonesia sampai saat ini memiliki 2 nomor AFASID yaitu 0058 dan 0073, sehingga jika terjadi peleburan maka hanya satu nomor saja yang akan digunakan. PT. Keraton Alam Indonesia. Pihak manajemen merencanakan akan memakai AFASID yang lebih muda yaitu AFASID 0058.
Demikian informasi ini kami sampaikan semoga pelanggan memakluminya.

Senin, 14 April 2008

Negara yang sering Meminta Sertifikat Phytosanitary

Negara - neagra yang mempersyaratkan phytosanitary jika ada shippment yang memuat unsur tumbuhan dan turunannya antara lain :
1. China / Hongkong
2. Nigeria
3. India
4. Manila

Australia sekarang telah mempersyaratkan ISPM#15 yang sosialisainya sejak 1 desember 2007. Info dari BARANTAN sejak tanggal 14 Februari 2008

Senin, 07 April 2008

Info Pelatihan Fumigasi

Pelatihan teknis fumigasi akan diselenggarakan oleh DPP IPPHAMI dan Badan Karantina pertanian dari tanggal 17-24 April 2008 bertempat di Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian, Jl. Pemuda no. 64 Rawamangun. Jumlah peserta maksimal 20 orang.

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR FUMIGASI

PROSEDUR STANDAR PELAKSANAAN FUMIGASI
PT. KERATON ALAM INDONESIA

I. VERIFIKASI

A. Komoditi

1. Komoditi dipastikan layak untuk di fumigasi.
2. Kemasan komoditi dapat ditembus oleh fumigant, tidak terbungkus oleh plastik atau bahan lainnya yang kedap udara.
3. Tumpukan komoditi memungkinkan untuk dilakukannya fumigasi.

B. Jenis Hama, Dosis dan temperature

1. Mengetahui jenis hama yang menjadi target pengendalian.
2. Mengetahui dosis fumigant yang akan digunakan untuk mengendalikan suatu jenis hama.
3. Temperatur / suhu ruang fumigasi sekitar antara 21-32 °C .

C. Waktu Fumigasi

1. Tersedia waktu yang cukup untuk melaksanakan kegiatan fumigasi.
2. Waktu pelaksanaan fumigasi selama1 x 24 jam.

D. Lokasi Tempat Fumigasi

1. Ventilasi udara cukup baik untuk melakukan pelepasan dan pembebasan Fumigan.
2. Tersedia cahaya yang cukup untuk melakukan kegiatan dengan aman.
3. Terlindung dari angin yang cukup kencang dan hujan.
4. Lingkungan aman dan jauh dari tempat tinggal/kegiatan orang
5. Lantai kedap gas dan terbebas dari batu atau benda yang tajam

II. PERSIAPAN FUMIGASI

A. Persiapan Pengamanan & Keselamatan

1. Lakukan pemberitahuan kepada pihak keamanan setempat dan pelanggan tentang kegiatan fumigasi yang akan dilakukan.
2. Cari tahu lokasi rumah sakit/klinik terdekat dari lokasi fumigasi
3. Pastikan bahan lokasi telah aman untuk melakukan fumigasi
4. Pasang batas “danger area” disekeliling area fumigasi

B. Persiapan Komoditi

1. Pastikan lantai penumpukan komoditas sesuai untuk kegiatan fumigasi.
2. Pastikan gas bisa tersalur dan tersebar diantara komoditi
3. Pastikan bahwa kipas angin dapat terpasang didalam ruang fumigasi
4. Pastikan komoditi dapat menyerap fumigant



C. Pemasangan Selang Distribusi dan Monitor

1. Selang distribusi harus dipasang secara merata. Apabila lebih dari satu selang maka panjang dan diameternya harus sama panjang.
2. Pasang kipas angin diujung masing-masing selang distribusi, jika fumigasi dalam container, kipas angina harus diletakan didalam sehingga pintu harus dibuka, minimal sebelah.
3. Pasang selang monitor minimal pada 3 tempat yaitu atas, tengah dan bawah.

D. Penutupan komoditas dengan cover sheet

1. Tutup komoditas dengan cover sheet.
2. Pada keempat sisi lebihkan minimal 50 cm pada bagian bawah yang bersentuhan dengan lantai.
3. Kelebihan pada bagian sudut dilipat seperti amplop atau digulung supaya ketat & rapih.
4. Bagian plastik yang sobek agar ditambal.
5. Rapatkan pertemuan plastik dengan lantai dengan menggunakan 2 baris sand snakes yang tersusun over lapping.
6. Ukur dimensi panjang x lebar x tinggi tumpukan komoditas atau kontainer.
7. Hitung besarnya dosis fumigant yang akan digunakan (hubungkan dengan temperatur komoditas).
8. Untuk fumigasi dengan menggunakan kontainer, harus menggunakan cover sheet apabila container tidak kedap oleh gas atau bocor.

E. Persiapan penyaluran Gas

1. Tempatkan tabung silinder gas diatas timbangan
2. Rangkai selang dari tabung MB dengan alat pemanas serta selang distribusi.
3. Hidupkan kipas angin.
4. Siapkan lampu detector halida atau electronic leak detector.
5. Pastikan tidak ada orang yang tidak berkepentingan didalam area fumigasi.
6. Periksa air di dalam pemanas apakah sudah cukup panas.

III. PELAKSANAAN FUMIGASI

Pelepasan Gas

1. Pastikan peralatan safety berfungsi dengan baik.
2. Pasang peralatan safety dengan baik & benar.
3. Lepaskan gas secara perlahan selama 30 detik kemudian tutup kembali.
4. Periksa dan tutup kebocoran pada sambungan-sambungan.
5. Apabila tidak terdapat kebocoran, lepaskan gas sesuai dengan dosis yang telah ditentukan.
6. Catat waktu selesainya pelepasan Gas.






Pemeriksaan kebocoran Gas

1. Periksa sekeliling area fumigasi dengan menggunakan leak detector untuk mengetahui ada tidaknya kebocoran gas.
2. Apabila terdapat kebocoran, segera perbaiki dengan cara menambal atau menambah penempatan sand snakes.
3. Jenis peralatan yang dapat digunakan untuk mendeteksi kebocoran bisa berupa lampu halida atau elektronik leak detector.
4. Matikan kipas angin 15 menit setelah selesainya pelepasan gas.

IV. MONITORING

1. Tujuan monitoring secara umum adalah untuk mengetahui besarnya kosentrasi gas didalam ruang fumigasi pada waktu tertentu.
2. Monitoring dilakukan minimal 2 kali yaitu pada tahap awal dan akhir fumigasi.
3. Monitoring awal bertujuan untuk mengetahui kapan dimulainya kegiatan fumigasi.
4. Monitoring awal dilakukan 30-60 menit selesainya pelepasan gas.
5. Tujuan monitoring akhir adalah untuk mengetahui keberhasilan fumigasi.
6. Monitoring akhir dilakukan pada saat masa fumigasi berakhir.

V. AERASI

A. Tahapan aerasi

1. Pastikan perlengkapan safety/ berfungsi dengan baik.
2. Pasang perlengkapan safety (masker) sebelum memasuki area fumigasi.
3. Lepaskan tali pengikat plastik di sekeliling ruang fumigasi.
4. Aktifkan kipas angin
5. Singkirkan sand snake di depan pintu ruang fumigasi kemudian angkat cover sheet secukupnya pada kedua sisi lalu jepit.
6. Catat waktu pembukuan cover sheet.
7. Biarkan selama 15 menit, kemudian angkat lagi cover sheet ke arah yang lebih tinggi.
8. Biarkan selama 15 menit kemudian matikan kipas angin.
9. Lakukan test dengan menggunakan lampu halida atau electronic leak detector.
10. Apabila gas sudah tidak terdeteksi dengan leak detector, ukur TLV dengan menggunakan dragger pump.
11. Apabila kosentrasi gas telah berada pada 5 ppm atau kurang, area fumigasi dapat dikatakan aman.

VI. PEMBENAHAN ALAT

1. Pastikan keran silinder tabung CH3Br telah tertutup rapat kemudian simpan pada tempatnya. Penyimpanan/ pengangkutan tabung tidak boleh dalam posisi miring atau rebah.
2. Pastikan canister telah dilepaskan dari masker & waktu penggunaannya telah dicatat.
3. Pastikan interferometer telah bebas dari fumigan & skalanya telah berada pada posisi nol.
4. Lipat cover sheet dengan cara yang benar & rapih untuk memudahkan penggunaan berikutnya.
5. Pastikan seluruh peralatan tidak ada yang tertinggal di lokasi fumigasi.

VI. PELAPORAN

1. Isi lembar catatan fumigasi setelah seluruh rangkaian kegiatan fumigasi telah selesai dan harus difile dengan baik.
2. Buat sertifikat bebas gas sebagai jaminan bahwa area fumigasi telah bebas dari pengaruh gas dan dinyatakan aman untuk dimasuki oleh manusia.
3. Buat sertifikat fumigasi sebagai bukti bahwa komoditi telah diberi perlakuan fumigasi.

Demikian SOP Fumigasi dengan CH3Br ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

फुमिगंत पेंग्गंती मैथिल ब्रोमिदे

सलाह सतु फुमिगंत पेंग्गंती मिथाइल ब्रोमिदे अदालाह फोस्फिन (फ३), नामों उन्तुक फुमिगासी तिन्दकन करान्तिना डान पर पेंगापालन फुमिगंत इनी मेमिलिकी केकुरंगन तेर्कैत दुआरासी फुमिगासी यांग लामा येतु सेकितर ३ क्ष २४ जम।






Jumat, 04 April 2008

REGULASI ISPM#15

Kayu Kemasan Yang Bagaimana yang harus di ISPM#15 ???

Kemasan yang menggunakan bahan baku kayu mentah yang dapat menjadi media penyebaran Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Kayu Kemasan dapat berupa :
- PALLET
- KAYU PENOPANG (DUNAGE)
- KRAT KAYU (CRATES)
- KAYU PENGGANJAL (PACKING BLOCK)
- TONG KAYU (DRUMS)
- PAPAN BANTU UNTUK BONGKAR MUAT BARANG (LOAD BOARDS)
- RANGKA PALLET (PALLET COLLARS)
- PENYANGGA (SKIDS)

Kayu Kemasan Mana yang Tidak Kena ISPM#15 ?

Kemasan kayu yang proses pembuatannya menggunakan lem, panas, dan tekanan atau kombinasinya.

Seperti :
- KAYU LAPIS (PLYWOOD)
- PARTIKEL KAYU (WOOD PARTICLE)
- ORIENTED STRAND BOARD,
- VENEER
- VENEER PELEER CORES
- SERBUK KAYU GERGAJIAN (SAWDUST)
- SERAT KAYU (WOOD WOOL)
- KAYU SERUTAN (SHAVING)
- POTONGAN KAYU MENTAH BERBENTUK POTONGAN YANG KETEBALANNYA KURANG DARI 6 MM.

Kayu kemasan yang di ISPM#15 harus memenuhi syarat :

- BEBAS DARI KULIT KAYU
- BEBAS DARI INFESTASI ATAU INSPEKSI OPT (HAMA KAYU)
- BERSIH DARI TANAH DAN ATAU KOTORAN
- TIDAK KROPOS ATAU LAPUK
- BEBAS DARI LUBANG GEREKAN SERANGGA
- KADAR AIR (MOISTURE CONTAIN) DARI KAYU KURANG DARI 15%.
- BEBAS DARI JAMUR
- TIDAK BANYAK MATA KAYU
- TIDAK RETAK MAUPUN PATAH-PATAH.

Siklus Kehidupan Kumbang

Siklus Kehidupan Kumbang

Gambar 1: Gambar penampang samping serangga pada umumnya
Kumbang adalah serangga termasuk Phylum Arthropoda. Badannya terbagi menjadi 3 bagian: kepala, rongga dada (torak) dan rongga perut (abdomen). Pada serangga dewasa, kepalanya memiliki sepasang antena dan bagian mulut berpasangan dan biasanya memiliki mata ganda; toraknya memiliki tiga pasang kaki dan biasanya dua pasang sayap pada bagian kedua dan ketiga; abdomennya tidak berkaki, tetapi beberapa bagian tubuh tambahan dapat berada di sana. (misalnya cerci atau alat sensor). Terminologi yang digunakan untuk menjabarkan berbagai bagian badan serangga diilustrasikan di samping.
Semua hama kayu yang dibicarakan dalam identifikasi ini, mengalami metamorfosa komplit (holometabolous) di mana terdapat empat fase yang jelas dalam siklus hidupnya - telur, larva, pupa (kepompong) dan dewasa.


Holometabolous
Hemimetabolous