Rabu, 18 Maret 2009

HAMA TIKUS DAN PENGENDALIANNYA

Siapa yang tidak tahu tikus? Si monyong ini kerap menjadi masalah yang hingga saat ini sulit ditangani. Tidak hanya dirumah, di tempat kerja, bangunan-bangunan, di atas kapal laut maupun tempat lain ternyata mereka selalu menimbulkan masalah karena tikus sering kali menggigit /mengerat benda apa saja yang ditemukannya, sedangkan bila diumpan dengan racun maupun perangkap kadang tidak berhasil. Namun yang lebih penting adalah hewan ini sangat potensial menimbulkan kerusakan dan kerugian yang tidak sedikit.

Sebagai mahluk hidup yang tergolong dalam hewan menyusui, tikus memiliki otak yang berkembang baik sehingga dapat belajar dari hal-hal yang dialaminya. Tikus juga dapat bereaksi dan bertingkah laku seperti manusia, jika dia memakan suatu jenis makananan yang ditemukannya dan setelah itu menimbulkan sakit perut perut maka tikus akan jera dan tidak akan mau makan lagi.

Tahukah anda bahwa ternyata tikus termasuk hewan yang berintelegensi tinggi di kelasnya (hewan pengerat)? Artinya, tikus/rat (hewan pengerat) ini lebih pandai dan cerdik terutama dalam adaptasi terhadap lingkungan hidup maupun dalam mencari makanan. Tikus memiliki kemampuan “belajar” dimana mereka dengan mudah mampu membedakan mana saja yang biasa dihadapi, dialami dan dilakukan dengan mana yang asing buat mereka. Namun demikian hewan ini termasuk hewan yang pemalu/penakut apalagi bila melihat sesuatu yang asing dalam wilayahnya. Sebagai contoh, bila seekor tikus terkena perangkap yang dipasang atau mati karena memakan umpan yang disediakan, sementara tikus lain melihat tikus tersebut, maka mereka tidak akan mendekati perangkap apalagi memakan kembali makanan umpan tersebut. Ini menunjukkan bahwa menangkap tikus menggunakan perangkap memerlukan keterampilan khusus, karena tikus ini tidak mudah tergoda oleh perangkap yang sering kita gunakan. Seperti halnya pengalaman seorang petani padi di Lampung (Kompas, 20 April 2002), dimana beliau merasa kesal pada hewan perusak ini karena meskipun sudah dipasang umpan yang diberi racun disekitar tanaman padinya ternyata bukannya berkurang, tetapi malah bertambah.

Fakta tentang Tikus
- Vektor penyakit berbahaya seperti leptospirosis, sampar, thypus, cacing, dll.
- Merusak bahan makanan dan perlatan.
- Menjijikan dan membuat tidak nyaman.

PENGENDALIAN TIKUS (Rodentstop Service))

a. Proofing Infestation

Memastikan bahwa seluruh konstruksi rumah tidak adanya celah yang memungkinkan tikus masuk, baik dari bawah pintu, lubang pembuangan air, atau dari bawah saluran air. Kami akan merekomendasikan kepada klien bila dijumpai adanya celah masuk tikus untuk di-proofing/ditutup; biasanya dengan jaring kawat pada area pembuangan air.

b. Sanitation

Bila ditemukan tempat yang sanitasinya kurang baik dan bisa menjadi factor penarik tikus atau bahkan sumber makanan tikus atau menjadi tempat sarang tikus, maka akan merekomendasikan diadakan perbaikan oleh klien.

c. Treatment Tikus (Rodent Control)

Pengendalian tikus menggunakan Rat Baiting. Penggunaan trap untuk jangka panjang menimbulkan tikus jera umpan dan neophobia terhadap trap. Penggunaan trap hanya untuk tempat-tempat yang sangat khusus dengan populasi tikus yang rendah.

Penempatan Rodent Bait dilaksanakan pada area tertentu yang akan menarik tikus dari dalam sarang ke luar, atau ketempat yang tidak sensitive, seperti area parkir/garden, setelah itu baru difokuskan untuk tikus yang aktifitasnya dengan radius pendek yakni tikus nyingnying (mice/Mus musculus), umpan ditempatkan di dalam.

Keraguan akan adanya resiko bau bangkai dapat diatasi dengan konfigurasi penempatan umpan untuk setiap kategori jenis tikus, jadi dengan penempatan umpan pada suatu lokasi dapat dideteksi sampai sejauh mana lokasi tempat tikus tersebut mati, ditambah tenaga serviceman cukup berpengalaman mengatasi masalah tikus di puluhan Rumah (housing), Mall, industri (pergudangan), RS, Hotel / Apartemen.

2 komentar:

umi sallamatul isniah mengatakan...

artikel anda bagus.

Yunian mengatakan...

Sangat bermanfaat terima kasih ya infonya