JASA HAMA LAINNYA

PT KERATON ALAM INDONESIA

Ular

Ular merupakan salah satu hewan melata yang berbahaya, terutama pada jenis yang berbisa. Ular biasa hidup di semak-semak dan rumput yang tinggi. Selain itu, ular berkembang biak di daerah tropis dengan hawa panas seperti di Indonesia. Saat musim panas, ular biasa keluar dari persembunyiannya untuk mencari tempat yang lebih lembab dan rindang. Ular pada merupakan hewan pemalu dan menghindari kontak dengan manusia, namun jika terpojok maka ular akan melakukan perlawanan dan menyerang manusia. Ular bervariasi dari sisi ukuran, habitat dan bisanya. Menurut ukurannya ada yang kecil, sedang dan besar, dari sisi habitatnya ada ular air, ular tanah dan ular pohon, sedangkan menurut bisa yang dimilikinya ada ular berbisa dan ular tidak berbisa.

Dari beragam variasi ular maka kita dapat mengidentifikasi ular yang berbahya dan tidak berbahya bagi manusia, sehingga kita dapat mencegah bahaya dari ular – ular tersebut jika sudah masuk area pemukiman. Bahaya ular tidak hanya dari bisanya saja namun bisa juga dari lilitan dan terkamnnya, karena mulut ular dapat memangsa buruan yang lebih besar dari kepalanya bahkan kadang hewan seperti sapi sekalipun dapat dimangsa ular. Rusaknya habitat dipemukiman kita dan berkurangnya makanan dapat menyebabkan ular keluar dari habitanya. Disaat itulah ular sering masuk ke rumah-rumah masyarakat dan tidak jarang mengigit atau menerkam manusia manusia. Perlakuan yang dibutuhkan untuk gigitan ular bervariasi dari spesies ke spesies yang lain ,kemampuan mengidentifikasi spesies ular yang telah menggigit seseorang merupakan bagian penting dari prosedur.

Itulah pentingnya Anda mengenal kami sebagai perusahaan pest control yang ahli dalam mengidentifikasi dan menangani keluhan hewan Ular pada bengunan anda, kami datang dengan keahlian khusus, tenaga terlatih dan mumpuni, didukung dengan peralatan dan inovasi teknologi pengendalian yang modern, berpengalaman dan terpercaya dengan memberikan survey gratis dan jaminan treatment.

Pengendalian Ular

Langkah - langkah Pengendalian Ular

  1. Melakukan Identifikasi Berdasarkan kandungan bisa

Berbisa, yaitu ular yang memiliki bisa. Ciri – ciri ular berbisa diantaranya: memiliki kantung bisa di kepalanya, memiliki taring bisa, warna mencolok,cenderung bertahan ketika terancam. Bisa ular menurut jenis racunnya dibagi kedalam 8 kategori yaitu: Neurotoxin bisa beracun yang menyebabkan kerusakan dan kelumpuhan pada fungsi-fungsi syaraf,Myotoxins racun yang meryusak kinerja otot, Haemotoxins menghancur-kan sistem pembekuan darah (cogulen), rasa sangat nyeri dan sakit, Haemorrhagins merusak dan menghancurkan pembuluh- pembuluh darah sehingga menyebabkan pendarahan luar dan dalam, Haemolysins merusak dan menghancurkan sel-sel darah. Nephrotoxins merusak fungsi ginjal Cardiotoxins merusak fungsi jantung. Necrotoxins menyebabkan kematian jaringan.
Bisa dikategorikan sebagai berikut :

  • Bisa tinggi, yaitu ular yang dapat mengeluar- kan racun mematikan bagi manusia diantara- nya kobra, king kobra, Weling, Gibug.
  • Bisa sedang, ular ini memiliki bisa yang membahayakan namun tidak mematikan dianta-ranya Cincin mas.
  • Bisa rendah, ular ini memiliki bisa yang tidak berbahaya bagi manusia.

  2. Melakukan identifikasi berdasarkan tidak berbisa.

Ular yang tidak dapat mengeluarkan bisa atau tidak memiliki kelenjar bisa di kepalanya. Pada jenis ini ular lebih mengandalkan otot untuk menyerang dan pada beberapa jenis ular memiliki gigi yang panjang, kuat dan banyak (2 baris gigi). Sanca atau Python merupakan yang terbaik pada kategori ular tidak berbisa, tubuhnya berkem-bang dengan baik sehingga memiliki otot yang kuat, 2 baris gigi, gigi yang panjang dan kuat, sistem gigi pengoyak, dan ukurannya yang tergolong raksasa membuatnya mudah menyerang mangsa. Meskipun kelompok ini tidak berbisa namun memiliki potensi untuk mengakibatkan kematian, antara lain akibat lilitan dan serangan pada daerah pembuluh nadi. Ciri-ciri ular tidak berbisa antara lain tidak memiliki kantung bisa di kepalanya, tidak memiliki taring bisa, warna kurang mencolok, cenderung lari atau menakut nakuti ketika terancam, Mata cenderung bulat dan menonjol. Ular juga didentifikasi berdasarkan habitat nya dan ukurannya.

Cara Menemukan Ular

  1. Mempelajari kebiasaan ular
  • Kebanyakan ular keluar dimalam hari
  • Beberapa keluar di pagi hari sekitar 3-4 jam beredar.
  • Senang dikala hujan gerimis
  • Secara rutin ular akan menjemur badannya di bawah terik matahari untuk menjaga suhu tubuh.
  • Melakukan kamulflase di lingkungan terdapat makanan.
  • Ular terbiasa apabila sudah makan tidur sampai perutnya kosong/makanan tercerna selalu mencari tempat berlindung.

   2. Mempelajari kebiasaan ular

  • Terdapat banyak makanan bagi ular.
  • Apabila disuatu pohon, banyak burung kecil dan berbunyi mengikuti sesuatu tanda bahaya Bau khas yang menusuk Suara kodok/katak yang digigit.
  • Melalui jejak ular.
  • Ada bekas kelongsongan (kulit mati ular setelah pergantian kulit).
  • Bekas kotoran.
    Rerumputan yang rusak, dikala ular menerkam mangsa.
  • Jejak ular di sekitar lubang di alam.

   3. Cara melakukan penangkapan ular.

  • Membaca karakteristik ular
  • Ular tidak menyerang manusia untuk dimakan.
  • Ular menyerang apabila merasa terganggu.
  • Ular akan menyerang apabila perut kosong atau merasa lapar.
  • Kebanyakan ular melakukan penyamaran / kamuflase dan menyerang yang datang.

   4. Membaca karakteristik lingkungan.

  • Ular di dataran rendah cendrung lebih agresif dibandingkan dengan ular dataran tinggi.
  • Ular lumpur lebih banyak memilih lari daripada menyerang.
  • Ular pohon banyak bertahan bersiap diri.
  • Ular laut sangat jarang menyerang manusia kecuali kalau benar terusik.
  • Ular tidak suka belerang, minyak tanah, bensin, api dan bau yang menyengat

BAGAIMANA KAI MENGENDALIKAN ULAR?

1. Penangkapan Langsung

  • Gunakan APD (alat pelindung diri)(Snake Tong, Snake Hook, Safety Glasses, Venom Defender Glove, Venom defender Guard).
  • Posisikan diri pada daerah diluar jangkaun serangan ular yang dijumpai.
  • Hindari serangan ular dengan mengawasi arah pandangannya dan tujuan serangan dari posisi kepala dan badan ular (tergantung jenis ular)
  • Lakukan identifikasi ular dengan cepat, setidaknya diketahui tergolong pada tingkat bisa apa ular yang ditangkap.
  • Menggunakan kain untuk mengalihkan perhatiannya atau untuk menutup matanya, jika tidak ada maka benda apapun dapat digunakan untuk mengalihkan perhatian

2. SnakeTrap
Menggunakan perangkap lem dengan trigonal yang diletakan pada sudut sudut sekitar dinding bangunan.


3. Poison Bait
Melakukan pengumpanan dengan aplikasi pestisida yang disuntikan pada makanan ular, yang diletakan ditempat ular bersarang / bersembunyi dan jalur lewat ular serta pada luban-lubang yang diidentifikasi sebagai tempat bersarang ular.

Hubungi Kami