PENGENDALIAN LALAT

PT KERATON ALAM INDONESIA

Pengendalian Lalat

Lalat adalah jenis serangga dari ordo Diptera (berasal dari bahasa Yunani di berarti dua dan ptera berarti sayap). Perbedaan yang paling jelas antara lalat dan ordo serangga lainnya adalah lalat memiliki sepasang sayap terbang dan sepasang halter, yang berasal dari sayap belakang, pada metatoraks (kecuali beberapa spesies lalat yang tidak dapat terbang). Satu-satunya ordo serangga lain yang memiliki dua sayap yang benar-benar berfungsi dan memiliki halter adalah Strepsiptera. Namun, berbeda dengan lalat, halter Strepsitera berada di mesotoraks dan sayap di metatoraks.

KERUGIAN AKIBAT LALAT

  1. Merusak Reputasi dan kesan
    Hygiene
  2. Menyebarkan penyakit :
    Disentri (Shygella disentri)
    Muntaber (Eschericia coli)
    Kolera (Vibrio cholera)
    Tipes (Salmonella thyposa) dll.

SIKLUS HIDUP LALAT

Siklus hidup lalat dimulai dengan tahap telur. Telur lalat berukuran sangat kecil, sekecil butiran beras (1.2 mm), berwarna putih dan hanya butuh 1 hari untuk menetas ke tahap pertama atau tahap larva.

Dimana lalat meletakkan telurnya? Seekor lalat rumah betina umumnya bertelur di tempat dimana kelak telur yang menetas menjadi larva dapat langsung mencari makan. Biasanya lalat betina akan memilih bertelur di tempat yang sama dengan tempat hidup lalat pada umumnya – di bahan organik yang telah membusuk atau terurai, seperti kotoran ternak atau sampah.

Berapa lama lalat bertelur? Setiap lalat rumah betina dapat bertelur lebih dari 150 telur dalam satu periode atau batch. Rata-rata, lalat rumah betina dapat bertelur hingga 500 telur dalam 6 periode selama hidupnya, dan dalam suhu ideal, telur hanya membutuhkan 8-20 jam untuk menetas.

Setelah telur menetas, mereka keluar sebagai makhluk berwarna putih tanpa tanpa kaki yang disebut larva atau umum juga disebut sebagai belatung. Larva atau belatung adalah makhluk seperti cacing yang tidak akan merangkak dalam jarak yang jauh dari sumber makanan mereka dan menggunakan sebagian mulut mereka untuk mengaitkan sumber makanan.

Belatung berkembang biak dengan cepat dan kemudian melewati proses pergantian kulit. Proses pergantian kulit atau moulting adalah proses ketika serangga melepaskan eksoskeletonnya dan menumbuhkan kulit yang baru. Belatung melakukan proses ini dua kali lagi sebelum ganti kulit ketiga.

Setelah belatung memasuki tahap kepompong, mereka akan tampak lebih besar dan kulitnya berubah menjadi lebih gelap (berwarna kuning, merah, coklat hingga hitam) dan pada tahap ini mereka tidak lagi berbentuk silinder sama seperti ketika mereka berada di tahap larva. Selama tahap kepompong, lalat mulai mengembangkan sayap, kaki, dan beberapa bagian tubuh lalat dewasa lainnya hanya dalam waktu 3 – 5 hari. 

Ketika proses kepompong telah dilalui dan mereka sudah tumbuh menjadi lalat dewasa, mereka kemudian terbang dan mencari tempat untuk memberi makan dan, pada akhirnya, mencari tempat baru untuk bertelur dan memulai proses dari awal lagi.

Ciri - Ciri Jenis Lalat

Calliphora vomitoria (Blue Bottle)

  1. Badan 2 sampai 3 kali lebih besar dari Housefly
  2. Dibagian atas perut berwarna abu-abu dan hitam
  3. Siklus hidup 2 – 4 minggu
  4. Tempat yang disukai : Pembuangan sampah (garbage), dan kotoran
  5. Berkembang biak di musim panas, mampu terbang mencapai
    jarak 6 – 9 km.

Ciri - Ciri Jenis Lalat

Lucilia caesar (Green Bottle)

  1. Badan 2 sampai 3 kali lebih besar dari Housefly
  2. Dibagian atas perut berwarna abu-abu dan hitam
  3. Siklus hidup 2 – 4 minggu
  4. Tempat yang disukai : Pembuangan sampah (garbage), dan kotoran
  5. Berkembang biak di musim panas, mampu terbang mencapai
    jarak 6 – 9 km.

Ciri - Ciri Jenis Lalat

Musca domestica (The Common Housefly)

  1. Panjang badan ¼ inch
  2. Di bagian kepala terdapat 4 garis berwarna abu-abu
  3. Tempat yang disukai : Pembuangan sampah, bangkai
  4. Siklus hidup 7 – 45 hari
  5. Berkembang biak pada awal dan akhir musim panas
  6. Kemampuan terbang 6 – 9 km, dapat mencapai 20 km

Treatment Pengendalian Lalat

INDOOR TREATMENT

  1. Indoor Residual :
    Diperuntukkan pada area dalam supermarket/restoran yang banyak lalat hinggap di kaca/counter buah, makanan. Dilaksanakan dengan 2 metode:
  2. Frame Residual :
    Oleskan Agita WP/Roach Killer dengan kuas, pada list kaca dalam sisi counter buah, agar lalat yang hinggap mati.
  3. Floor Residual :
    Penyemprotan Flies Green 10 cc/liter air pada permukaan lantai, lalu lantai dimop dengan rata, efeknya setiap lalat yang hinggap di lantai tersebut akan mati.

OUTDOOR TREATMENT

  1. LARVISIDA
    Gunakan Neporex, konsentrasi 10 gr/liter air. Lakukan spraying/penyiraman pada lantai tempat sampah basah dengan sasaran larva lalat.
  2. SPRAYING/MISTING
    Gunakan Fliesgreen 10 cc/liter + agristic 1 cc/liter air aduk merata. Spraying pada dinding bak sampah, semak, bunga-bungaan (kembang sepatu, kamboja, akasia dan tempat-tempat peristirahatan lalat hijua/biru). Untuk area yang relatif kecil dan relatif bersih cukup menggunakan Gloria, untuk area luas menggunakan Power Sprayer. AWAS, jangan mengenai suplir, Anggrek, Bonsai, Talas-talasan dan kolam ikan.
  3. BAITING
    Gunakan Fly Guard Granular. Untuk menghemat, dapat direkatkan pada potongan karton yang diolesi susu cair, kemudian digantung dekat tempat sampah (jagan merusak estetika). Untuk tempat umpan permanen, agar tidak hilang, masukkan Fly Guard ke dalam pipa VPC (seperti cover trasbait) yang telah diolesi cairan susu. Letakkan secara permanen dekat area sampah atau pada area luar lainnya yang banyak lalat rumah.

TRAPPING

  1. BENANG NYLON
    Benang sol sepatu diolesi secara merata dengan lem lalat dimarat/lem gajah, rentangkan di atas area yang banyak lalatnya, seperti atas food court, fresh food atau area bazar. Perhatikan estetika, rentangan jangan sampai putus.
  2. PENGGUNAAN LIDI/PIPET
    Penggunaan Lidi/pipet yang diolesi lem, dapat juga dilakukan sepanjang tidak diletakkan di atas meja counter, karena merusak estetika.  Letakkan lidi/pipet tersebut pada area dekat pintu masuk atau area dalam yang tidak mencolok.

Hubungi Kami